Pakar Akui Program Sarjana Ala Ganjar-Mahfud Impian Masyarakat Indonesia

Jumat, 19 Januari 2024 11:25 WIB

Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio. Foto: Istimewa
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio. Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka – Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menilai program Satu Keluarga Satu Sarjana yang diusung pasangan Capres-Cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD merupakan solusi atas impian banyak orang Indonesia dalam bidang pendidikan.

Utamanya, kata Agus yang berkenaan dengan mahalnya biaya pendidikan di perguruan tinggi.

“Sekolah kan menjadi persoalan bangsa ini sudah lama. Artinya sekolah itu mahal. Jadi Pemerintah harus melakukan sesuatu. Bebas belajar sembilan tahun, jadi setelah itu perguruan tingginya mahal,” kata Agus, Jumat (19/1/2024).

Diakui Agus, titel sarjana merupakan idaman banyak orang Indonesia.

“Jadi itu tentu menjadi impian orang Indonesia untuk minimal jadi S1. Jadi program itu memang menjadi idaman atau keinginan banyak pihak kalau kita baca selama ini,” tambahnya.

Terkait dengan program paslon lain, Agus juga mengapresiasi. Ia menyebut program pasangan calon 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) dan 02 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming juga saling terkait. Terutama pada persoalan stunting.

“Itu kan sebetulnya terkait antara 01 sama 02, Anies kan terkait dengan stunting sebetulnya. Program stunting itu kan tidak hanya mengobati anak stunting tetapi sejak dari dia mau menikah, gizinya harus sudah baik, tidak anemia, tidak kurang darah,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan stunting juga menjadi fokus dari pemerintahan saat ini. Kendati dalam pelaksanaannya masih belum optimal.

“Itu tentu menjadi konsen, program strategisnya presiden. Meskipun dalam perjalanannya disalahgunakan gak jelas. Karena banyak hal itu sebetulnya angka-angka yang disampaikan buat saya masih sangat meragukan,” sambungnya.

Kendati demikian, Agus menegaskan program pendidikan dan kesehatan memang harus dilakukan oleh siapapun nanti presidennya. Sebab Indonesia akan menghadapi bonus demografi Indonesia Emas 2045.

“Jadi program ini menjadi penting untuk Indonesia Emas 2045, tiga-tiganya,” tegasnya.

Sebelumnya, lembaga survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) melakukan survei untuk membandingkan program dari Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin), Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di Pilpres 2024.

Hasilnya, responden paling banyak memilih program satu keluarga miskin, satu sarjana milik Ganjar-Mahfud dengan raihan 48 persen. Kemudian program tunjangan ibu hamil milik Anies-Muhaimin yang memperoleh 32 persen.

Sementara program makan dan susu gratis yang diinisiasi Prabowo-Gibran hanya 20 persen, karena dinilai paling tak terlalu penting.https://mesinpencarinenas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*